Sekretariat FTP INDONESIA
Jl. raya Penggilingan, Kp. Pisangan RT.005/011 no. 07 Kel. Penggilingan Kec. Cakung Jakarta Timur - jakarta 13940 

email: ftp.indonesia@yahoo.com

 

Berita dan Informasi

Maqashid Syari’ah bagi Tour-Leader wisata Syariah*)
Tanggal Posting : Rabu, 25 November 2015 | 15:57
Pengirim : H asbi M. Hasyim & Edy Hamdi (Dewan Pengawas & Ketua Umum FTPI) - dibaca 954 kali

Profesi Tour-Leader menurut SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) adalah profesi yang dalam melaksanakan tugas pekerjaannya membawa rombongan (group) untuk melakukan perjalanan wisata di dalam dan di luar negeri. Sehingga profesi Tour-Leader erat kaitannya dengan bisnis atau usaha Biro Perjalanan Wisata (BPW).Ranah usaha BPW menurut regulasi memang diantaranya adalah menyediakan layanan wisata inbound (yang memasuki) dan juga outbound (yang keluar dari) Indonesia.

Akhir-akhir ini wisata syariah (lebih populer dengan Muslim Tour) ke berbagai destinasi di dunia cukup banyak diminati. BPW mengemas beberapa pilihan paket, seperti: China Moslem Tour, Korean Muslim Tour, Uzbekistan Moslem Tour, Jepang Moslem Tour. Tidak ketinggalan tentunya paket wisata muslim destinasi Timur Tengah, seperti wisata ke:Jerusalem, Jordan, Mesir, Qatar, Oman, UEA, Bahrain dan lainnya. Bahkan destinasi wisata Muslim juga telah melebar ke: Turki, Maroko, Spanyol, dan beberapa negara Eropa tempat dimana terdapat juga jejak peradaban Islam yang menarik untuk dikunjungi.

Tour-Leader yang membawa group wisata, atau jika mengacu SKKNI adalah merupakan Pimpinan Perjalanan Wisata. Sebagai pemimpin perjalanan terlebih wisata muslim, dalam melaksanakan tugasnya perlu berpedoman pada Standar Kompetensi Tour-Leader sebagaimana diatur dalam KepMenaker nomor 55/2009. Bagi wisatawan aspek nyaman tentunya utama diciptakan sejak awal berangkat, pada moda transportasi, di tempat tujuan, pada akomodasi yang disiapkan, di berbagai venue wisata, hingga tiba kembali ke tempat semula. Disamping aspek nyaman, Tour-Leader pun bertanggung-jawab terhadap aspek keselamatan dan keamanan baik terhadap diri seluruh peserta tour. Tidak ketinggalan pula menyangkut keselamatan dan keamanan barang bawaan juga dokumen perjalanan yang begitu penting jika melakukan perjalanan ke luar negeri. Tentunya terdapat batasan sejauh apa yang merupakan tanggung jawab Tour-Leader dan sejauh apa pula yang menjadi tanggung jawab pribadi peserta tour. Terkait  aspek nyaman, aman, dan selamat inilah semua pihak akan dapat menilai unjuk kerja para Tour-Leader apakah telah atau belum memenuhi standar kompetensi kerja.

Disamping berpedoman standar kompetensi tersebut paraTour-leader wisata syariah(TLWSy) perlu juga melengkapi acuan nilai syariah sebagai pedoman pelaksanaan tugasnya. Oleh karena secara spesifik bahwa layanannya berkriteria wisata syariah, maka wajib menjaga nilai-nilai sesuai syariah Islam selama rangkaian perjalanan meski dalam suasana wisata. Ini berarti terdapat aspek tambahan yang menjadi tanggung jawab sebagai pimpinan perjalanan wisata syariah.Bisa disebut adalah menjadi hal pokok seperti memastikan tempat dan slot waktu kapan untuk menunaikan kewajiban Shalat, serta pilihan makan minum yang halal pada tiap-tiap destinasi kemana pun di belahan dunia. Jika destinasi wisata ke Timur Tengah mungkin dua tersebut tidak menjadi kendala, namun akan sangat berbeda jika destinasi wisata bukan Timur Tengah. Kemudian hal lain, seperti bagaimana saat group wisata muslim mengunjungi venue pantai wisata yang terbuka untuk umum (ambil contoh Pantai Laut Mati di Amman Jordania yang begitu unik dan dikunjungi wisatawan mancanegara), termasuk merupakan tanggung jawab Tour-Leader  mengarahkan peserta yang dipimpinnya untuk tetap mejaga akhlaqul kariimah.

Berkenaan dengan spesifikasi tugas  sebagaimana diatas menunjukkan perlu ada tambahan kompetensi lainbagi TLWSy.Melebarnya tugas berkenaan layanan wisata syariah perlu dibatasi sesuai prioritas. Jika diurut sesuai prioritas maka dapat merujuk pada Maqashid Syari’ah (yang sejauh ini lebih banyak menjadi bahasan Ekonomi Syariah).Ulama mendefinisikan maqashid syariahadalah: kemaslahatan bagi manusia dengan memelihara kebutuhan dharuriat mereka dan menyempurnakan kebutuhan hajiyat dan tahsiniat mereka.

Dapat dirangkum bahwa maqashid syari’ah adalah konsep untuk mengetahui hikmah (nilai-nilai dan sasaran syariah yang tersurat dan tersirat dalam Al-Qur’an dan Hadits) yang ditetapkan oleh Allah ta’ala terhadap manusia adapun tujuan akhir hukum tersebut adalah satu, yaitu mashlahah atau kebaikan dan kesejahteraan umat manusia baik di dunia (dengan mu’amalah) maupun di akhirat (dengan ‘aqidah dan Ibadah). Sedangkan cara untuk tercapai kemaslahatan tersebut manusia harus memenuhi kebutuhan dharuriat (primer), dan menyempurnakan kebutuhan hajiyat (sekunder), dan tahsiniat ataukamaliat (tersier).

Cendekiawan Islam (diantaranya Wahbah Al-Zuhailidan Abu Ishaq al-Shatibi) merumuskan lima tujuan hukum Islam yang disepakati sebagai maqashid (objective) syari’ah, yakni: (1)-hifdz ad-din (memelihara agama), (2)-hifdz an-nafs (memelihara jiwa), (3)-hfdz al’aql (memelihara akal), (4)-hifdz an-nasb (memelihara keturunan), dan (5)-hifdz al-maal (memelihara harta). Kelima tujuan hukum Islam tersebut di dalam kepustakaan disebut al-maqasid al khamsah atau al-maqasid al- shari’ah.Abu Ishaq al-Shatibi.

Kelima objective syariah yakni memelihara: agama, jiwa, akal, nasab, dan harta dapat menjadi acuan perspektif pelaksanaan tugas di lapangan bagi TLWSy, bahkan dapat sebagai urutan prioritas tugas. Tentunya perlu penjabaran lebih teknis sesuai dengan ranah tugas tour-leader. Namun tambahan penguasaan kompetensi maqashid syariah bidang wisata ini dapat secara paralel dimasukan menjadi kompetensi inti selain 14 kompetensi inti yang harus dikuasai tour-leader sesuai SKKNI. Dan merupakan hal yang sangat relevan bagi ranah tugas wisata syariah.

Peningkatan kompetensi TLWSY jelas akan mempengaruhi dan memberikan manfaat baik terhadap BPW wisata syariah ataupun masyarakat pengguna jasa. Tidak saja untuk group-utbound bahkan group-inbound. Dan pada gilirannya akan menjadi jawaban kesiapan BPW untuk mempromosikan inbound wisata syariah Indonesia.----

--------

 

*)Ditulis Khusus Diajukan Untuk Pemuatan Artikel pada HU REPUBLIKA  Jakarta

Baca Juga
 

Our Partner
ELAF Travel ELAF Travel
Royal Brunei Royal Brunei
Visitor
Flag Counter
 
Copyright © 2015 ftpindonesia.com All Rights Reserved
Web Development by YOGYAweb.com